Breaking News

Tangis tawa Putra Terbaik NU


Inilah kisah suka duka khitan calon putra terbaik Nahdlatul Ulama' Kab.Lumajang.
Khitan adalah sebuah kegiatan yang menakutkan bagi anak-anak,akan tetapi juga bisa menertawakan dan tersenyum mereka.
Hari rabu 09 Mei 2018 kegiatan bakti sosial yg diselenggarakan Rs.Bhayangkara kerjasama dengan kami (BMS_I).
Hasil liputan yg sempat wawancara dengan dua putra warga NU yg dari binaan kampoeng qur'an desa Kali dilem kec.Randuagung sambil menetes air mata berucap perih perih pak pak sambil dirangkul sang mamanya,Si akbar santri Ust.Halim yg merupakan pengurus PC.Jamiatul Qurro'Wal Huffad ini menuturkan inilah santri yg berani tapi menangis biasa tegang pak ujar beliau,diceritakan awal santri kami 10 anak yg didaftarkan dari kalangan warga tidak mampu,akan tetapi sampai hari H tinggal 3 anak,bervariasa alasan keluarganya,mulai dari anaknya tiba tiba takut serta pihak keluarga belum siap ujarnya.Mohon maaf dan terima kasih kepada semua panitia semoga Allah membalas jerih payahnya membantu peserta didik kami imbuhnya.
Senada disampaikan oleh rombongan peserta warga NU desa kertowono kec.Gucialit,Bapak ust.Agso/Hamzah yg tidak lain salah satu pengurus Ranting NU desa itu mengatakan hal yg sama,Berucap terima kasih kepada BMS_I dan RS.Bhayangkara Lumajang Alhamdulillah peserta (santri binaannya) yg kami bawa tidak menangis,hemm sambil terseyum terus berucap"Barakallah dan semoga Sukses Selalu tandasnya.@Syah
Tangis dan Tawa Warga NU Bersama BMS_
Khitan adalah sebuah kegiatan yang menakutkan bagi anak-anak,akan tetapi juga bisa menertawakan dan tersenyum mereka.
Hari rabu 09 Mei 2018 kegiatan bakti sosial yg diselenggarakan Rs.Bhayangkara kerjasama dengan kami (BMS_I).
Hasil liputan yg sempat wawancara dengan dua putra warga NU yg dari binaan kampoeng qur'an desa Kali dilem kec.Randuagung sambil menetes air mata berucap perih perih pak pak sambil dirangkul sang mamanya,Si akbar santri Ust.Halim yg merupakan pengurus PC.Jamiatul Qurro'Wal Huffad ini menuturkan inilah santri yg berani tapi menangis biasa tegang pak ujar beliau,diceritakan awal santri kami 10 anak yg didaftarkan dari kalangan warga tidak mampu,akan tetapi sampai hari H tinggal 3 anak,bervariasa alasan keluarganya,mulai dari anaknya tiba tiba takut serta pihak keluarga belum siap ujarnya.Mohon maaf dan terima kasih kepada semua panitia semoga Allah membalas jerih payahnya
membantu peserta didik kami imbuhnya.
Senada disampaikan oleh rombongan peserta warga NU desa kertowono kec.Gucialit,Bapak ust.Agso/Hamzah yg tidak lain salah satu pengurus Ranting NU desa itu mengatakan hal yg sama,Berucap terima kasih kepada BMS_I dan RS.Bhayangkara Lumajang Alhamdulillah peserta (santri binaannya) yg kami bawa tidak menangis,hemm sambil terseyum terus berucap"Barakallah dan semoga Sukses Selalu tandasnya.@Ato



No comments

Formulir Donasi

KONTAK KAMI

Silahkan isi formulir di bawah ini untuk menghubungi kami

Name

Email

Message