Breaking News

INSAN YANG CERDAS MENGHADAPI MATI


Setiap manusia pasti akan mati sekalipun berusaha menghindari kematian, menghindari kematian dengan menggunakan obat-obat yang dapat menjaga kesehatan,  menggunakan pengawal yang ketat atau tinggal di benteng yang kuat. Setelah mati akan dipertemukan dengan Allah dan Allah memperlihatkan semua amal perbuatannya,  baik itu amal shaleh  maupun amal buruk,  dan  mendapatkan balasan yang setimpal, apabila  perbuatannya baik, maka  mendapatkan balasan nikmat di alam kubur dan  masuk surga,  sebaliknya apabila  beramal jahat lebih banya,  maka akan mendapatkan azab kubur dan  siksa neraka

Di dalam menghadapi kematian ada dua kelompok ada yang cerdas ada yang lemah. Rasulullah SAW bersabda:
عن أبي يعلى شداد بن أوس - رضي الله عنه - ، عن النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - ، قَالَ : الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ. [رواه الترمذي]
Artinya :
Dari Abu Ya'la yaitu Syaddad bin Aus r.a. dari Nabi SAW., sabdanya: "Orang yang cerdas - berakal - ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan dari Allah tanpa beramal shaleh."  (HR. Imam At-Tirmidzi )

Orang yang cerdas didalam menghadapi kematian  adalah orang yang melakukan dua hal: Pertama,  selalu menghitung amal perbuatan yang dikerjakan, apakah lebih banyak amal baiknya atau amal buruknya? Ketika yang  lebih banyak amal baiknya, maka  bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan berusaha menambah  amal baiknya, dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Supaya diberikan kemudahan untuk beramal sholeh,  diberikan kesenangan beramal sholeh,  dan diberikan kekuatan selalu beramal sholeh.  Tetapi apabila ternyata sama jeleknya lebih banyak daripada amal baiknya, maka segera dia bertobat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan taubatan nasuha, dengan mengakui segala perbuatan dosa yang dilakukannya,  menyesali terhadap amal perbuatan maksiat yang dilakukannya,  berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi perbuatan maksiat yang dia lakukan,  betul-betul tidak mengulangi lagi,  banyak beristighfar kepada Allah Subhanahu wa ta'ala,  dan banyak beramal sholeh dan hatinya selalu minta kepada Allah,  supaya diberikan kemampuan mengerjakan amal sholeh dan terhindar segala perbuatan maksiat.  Dia sadar, bahwa tidak ada seorangpun yang mampu beramal baik tanpa dapat pertolongan dari Allah subhanahu wa ta'ala,  dan tidak mampu menghindari segala perbuatan maksiat tanpa ada pertolongan dari allah subhanahu wa ta'ala.

 kedua, memperbanyak amal shaleh untuk mempersiapkan diri setelah dirinya mati,  dengan banyak melaksanakan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala,  melaksanakan shalat lima waktu dengan berjamaah, shalat sunnat qabliah dan ba'diah,  shalat tahajjud, puasa Romadhon, puasa enam hari bulan syawal, puasa  senin dan kamis, puasa nabi Daud,  melaksanakan zakat harta zakat,  fitrah, bersedekah,  melaksanakan ibadah haji dan umroh yang wajib ditambah dengan ibadah haji dan umroh yang wajobbdanbyang sunnat. berakhlak mulia dengan tetangga, berakhlak mulia dengan keluarga,  berakhlak mulia dengan semua orang dan menghindari segala perbuatan maksiat.

Sedangkan orang yang lemah dalam menghadapi kematian selalu mengikuti hawa nafsunya. nafsu Mata melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala,  mafsu lidah membicarakan hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala,  nafsu telinga mendengarkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah,  nafsu tangan mengerjakan perbuatan diharamkan oleh Allah,  nafsu kaki dipakai untuk jalan-jalan yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, dan nafsu hati adalah selalu berfikir perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Walaupun dia itu banyak berbuat dosa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala lalu dia menghayal mengharap suatu harapan yang mustahil yaitu mengharapkan Rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala mengharamkan pengampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala terhadap dosa dosa yang dilakukan padahal tidak pernah bertobat kepada Allah dan tidak beramal sholeh kepada Allah
Dengan demikian marilah kita menjadi orang yang cerdas yang selalu muhasabatun Nafsi mengoreksi diri sendiri terhadap amal perbuatan yang dilakukan supaya disuruh beramal sholeh dan menghindari segala perbuatan maksiat dan waktu yang di sama dia itu dapat menahan diri tidak mengikuti hawa nafsunya karena takut terhadap keagungan Allah karena merasa Haibah terhadap kedudukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ketika manusia itu cerdas maka dia di dunia diberikan kebahagiaan oleh Allah dan lebih-lebih nanti di akhirat ketika diamati diberikan keselamatan dari kubur dan diberikan nikmat kubur merupakan taman di taman surga dan dia telah diselamatkan dari siksa neraka dan dimasukkan ke dalam surga yang penuh dengan bermacam-macam penikmatan bangunan yang indah kebun-kebun yang indah di bawahnya Sungai Mengalir dan disitu ditemani oleh bidadari yang cantik yang membawa kebahagiaan yang tiada taranya Wallahu A'lam Bishawab
Oleh : Dr.KH.Abdul Wadud Nafis,Lc (Dewan Syariah BMS_I)

No comments

Formulir Donasi

KONTAK KAMI

Silahkan isi formulir di bawah ini untuk menghubungi kami

Name

Email

Message