Breaking News

Subhanallah!!! Inspirasi Anak Sholeh yang Selalu Dekat Allah


Ayah jangan tinggalkan kami!

Disebuah desa kecil hiduplah seorang ayah bersama tiga anaknya ialah Hathim Al Ashom bersama tiga anaknya.

Suatu hari Hathim Al Ashom meminta izin kepada tiga anaknya agar diizinkan pergi untuk melaksanakan haji di Mekah :

"Wahai Anak - anakku, aku meminta izin kepada kalian untuk pergi sementara melaksanakan ibadah haji, bagaimana pendapat kalian?" Tanya sang ayah.

Karena merasa takut, Seorang anak yang hanya tinggal bersama ayahnya ini tidak setuju.

"Ayah siapa yang akan menjaga kami nanti, tidak ada seorang pun yang akan meperhatikan kami" ujar anak pertama begitu juga anak keduanya.

Akan tetapi anak ke tiga berbeda, Ia lebih paham makna dari fiqih qulub yang telah diajarkan oleh ayahnya.

Sang anak berkata sebagaimana yang dikatakan Siti Hajar ketika ditinggalkan Sayidina Ibrahim A.S di tengah padang gersang, Mekkah.

"Pergilah ayah sesungguhnya Allah tidak akan meninggalkan kami."

Selang beberapa hari setelah kepergian Hathim Al Ashom ke Mekkah, sekelompok raja melewati daerah sekitar rumahnya.

Raja yang telah berjalan jauh merasa kehausan dan memerintahkan bala tentaranya untuk mencari air, namun tidak satupun sumber air ataupun rumah yang terdapat air didalamnya kecuali rumah Hatim Al ashom, raja pun meminum air dari rumahnya.

Setelah raja minum dan menghilangkan dahaganya, raja bertanya :

"Dimana Ayah kalian?"
"Ayah kami sedang pergi untuk melaksanakan haji"

Lalu dimana ibumu?
"Ibu kami telah lama meninggal"

"Paman, Bibi, dan Keluarga yang lain dimana?" Tanya raja heran, dan dijawab kembali dengan jawaban yang menyedihkan.

"Tidak Ada"

Raja pun merasa sangat iba dengan kondisi mereka, tanpa berfikir panjang raja mengeluarkan kantong emas lalu melemparkannya ke dalam rumah Hathim Al Ashom seraya berkata :

"barang siapa yang mencintaiku maka lakukanlah seperti apa yang aku lakukan"

Dengan cepat para tentara dan gerombolan lainnya melakukan apa yang dilakukan oleh raja, yaitu melempar beberapa keping emas ke dalam rumah Hathim Al Ashom.

Anak pertama dan kedua gembira bukan kepalang karena rumahnya dipenuhi oleh kepingan emas.

Namun berbeda dengan anak yang ketiga, ia sama sekali tak merasakan kebahagian bahkan ia bersedih dan menangis sesegukan.

Mengapa engkau bersedih? Bukankah kemarin engkau sendiri yang berkata bahwa Allah tidak akan menyianyiakan kita? Sekarang kita telah mendapatkan harta benda dari sang raja. Kenapa kamu menangis wahai saudaraku?

"Aku menangis karena Raja itu hanyalah seorang hamba dari hamba Allah, ia melihat keadaan kita baru pertama kali dan bisa memenuhi kebutuhan kita yang cukup untuk dihunakan seumur hidup, bagaimana jika Allah yang melihat kita? "

#Kutipan khutbah Ied Al Adha, Maulana Syekh 'Ala Muhammad Musthofa Na'imah.

No comments

Formulir Donasi

KONTAK KAMI

Silahkan isi formulir di bawah ini untuk menghubungi kami

Name

Email

Message